Nikmatnya ThreeSome: Mama, Aku, dan Tante Jessica

March 12th, 2014 by admin | No Comments | Filed in Mama

Sex Sedarah: Nikmatnya ThreeSome: Mama, Aku, dan Tante Jessica

Namaku Alex, 32 tahun. Tatkala ini diriku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang diriku ganteng. Kisah yang akan diriku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex diriku dengan mama dan tante diriku.

Cerita ini dimulai ketika diriku berumur dua puluh tahun. Tatkala itu tante Jesy datang dan menginap selama beberapa hari di rumah dikarenakan suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Jesy berumur 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan badan 160 senti meter. Ramping. Namun diriku suka bodynya. Payudara 36B, dan pantatnya besar bulat. Diriku suka lihat tante Jesy kalau telah memakai celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, merangsang. Tante Jesy adalah adik kandung Papa diriku.

Ketika itu hari diriku tidak masuk kuliah. Diriku diam di rumah dengan mama dan tante Jesy. Pagi itu, jam 10, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berumur 38 tahun. Sangat cantik.

Tatkala itu entah secara tidak sengaja diriku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat payudara mama walau tidak terlalu besar namun masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian diriku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin dikarenakan mama rajin merawatnya.

Mama sepertinya tidak sadar kalau diriku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Diriku dekati pintu, yang lalu diriku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya yang lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang diriku fokuskan. Secara otomatis tangan diriku menggerayangi kontol dari luar celana, yang lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Dikarenakan telah tak tahan lagi, diriku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Diriku orgasme.

Sore harinya, ketika diriku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil diriku.

“Alex..!” panggil mama.

“Ya, Ma…” sahut diriku sambil bergegas ke kamar mama.

“Ada apa, Ma?” tanya diriku.

“Pijitin badan mama, Alex. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.

“Iya, Ma…” jawab diriku.

Tatkala itu mama memakai daster. Diriku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan diriku. Dikarenakan daster mama agak mengganggu pijitan, oleh karena itu diriku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya diriku.

“Emang kamu mau mijitan apa aja, Alex?” tanya mama.

“Seluruh badan mama,” jawab diriku.

“Ya telah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangkit, yang lalu melepas dasternya tanpa ragu.

“Ayo lanjutkan, Alex!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah diriku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.

“Mama tidak malu buka baju depan Alex?” tanya diriku.

“Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.

Diriku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya tidak meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Diriku nikmati usapan tangan diriku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Sesudah selesai “memijit” paha, dikarenakan masih ragu, diriku tidak memijit pantat mama, tetapi langsung naik memijit pinggang mama.

“Kok dilewat sih, Alex?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.

“Mm.. Alex takut mama marah…” jawab diriku.

“Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.

Dikarenakan telah mendapat angin, diriku mulai menggerayangi dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol diriku telah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan diriku. Dikarenakan birahi diriku telah naik, diriku sengaja memasukkan tangan diriku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Diriku makin berani.

Jari tengah diriku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari diriku diam disana. Diriku takut mama marah. Tetapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Diriku mulai menggerakan jari tengah diriku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan diriku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari diriku di belahan memeknya. Itu perkiraan diriku.

Dikarenakan telah basah, diriku nekad masukkan jari diriku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tetapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.

“alex, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Diriku kaget dan takut mama marah.

“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.

“alex tidak tahan menahan nafsu…” kataku lagi.

“Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.

“Sini berbaring dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Diriku diam tidak mengerti.

“Sini berbaring Alex,” ujar mama lagi.

“Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.

“Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian diriku berbaring di samping mama.

Mama menatapku sambil membelai rambut diriku.

“Kenapa bernafsu dengan mama, Alex,” tanya mama lembut.

“Mama marahkah?” tanya diriku.

“Mama tidak marah, Alex.. Jawablah jujur,” ujar mama.

“Melihat tubuh mama, Alex tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.

“Berarti anak mama telah mulai dewasa,” kata mama.

“Kamu benar-benar mau sayang?” tanya mama.

“Maksud mama?” tanya diriku.

“Dua jam lagi Papa kamu pulang…” hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya menggerayangi kontol diriku dari luar celana.

Diriku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir diriku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling menggerayangi dan meremas.

“Buka pakaian kamu, Alex,” kata mama. Diriku menurut, dan segera melepas baju dan celana.

Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan diriku tetap berdiri.

“Kontol kamu besar, Alex…” kata mama sambil meraih kontol diriku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.

“Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?” tanya mama.

Sambil menikmati enaknya dikocok kontol diriku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, entah apa artinya.

Yang lalu mama menarik pantat diriku hingga kontol diriku hampir mengenai wajahnya. Yang lalu mama mulai menjilati kontol diriku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kemaluanku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras dikarenakan merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tetapi tangannya tetap mengocok kemaluanku perlahan.

“Enak sayang?” tanya mama sambil menengadah menatapku.

“Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.

“Sini sayang. Kejantananmu udah besar dan tegang. Saat ini cepat masukkan…” ujar mama sambil menarik tanganku.

Mama yang lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu diriku naiki tubuh mama. Diriku arahkan kemaluanku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kemaluanku ke lubang memeknya.

“Ayo, Alex.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.

Diriku tekan kemaluanku. Yang lalu terasa kepala kemaluanku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Yang lalu batang kemaluanku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana diriku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan diriku keluarmasukkan kemaluanku di memek mama. Diriku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman diriku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan diriku.

“Enak, Alex?” tanya mama.

“Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Sesudah beberapa menit, diriku hentikan gerakan kontol diriku.

“Kenapa mama mau melakukan ini dengan Alex?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca.

“Karena mama sayang kamu, Alex…” jawab mama.

“Sangat sayang…” lanjutnya.

“Lagipula tatkala ini mama memang sedang ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.

Diriku terdiam. Tak berapa lama diriku kembali menggerakan kontol diriku menyetubuhi mama.

“alex juga sangat sayang mama…” ujarku.

“Ohh.. Alex.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika diriku menyetubuhinya makin keras.

“Mama mau keluar…” desah mama lagi.

Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang yang lalu mendekap diriku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Yang lalu..

“Ohh.. Enak sayangg…” desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme.

Diriku terus menggenjot kemaluanku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol diriku. Rasanya sangat kuat. Diriku makin keras menggenjot tubuh mama..

“Ma, Alex gak tahann…” ujarku sambil mendekap tubuh mama yang lalu menekan kemaluanku lebih dalam ke memek mama.

“Keluarin sayang…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.

“Keluarin di dalam aja sayang biar enak…” bisik mama mesra.

Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.

“Mmhh…” desahku. Yang lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.

“Terima kasih ya, Ma…” ujar diriku sambil mencium bibir mama.

“Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi pulang!” kata mama.

Yang lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan diriku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, diriku dan tante Jesy masih nonton TV. Tante Jesy memakai kimono. Sesekali diriku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tetapi tidak ada perasaan apa-apa. Dikarenakan telah biasa melihat seperti itu.

Tiba-tiba tante Jesy bertanya sesuatu yang mengejutkan diriku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya tante Jesy.

“Hayo, ngapain..?” tanya tante Jesy lagi sambil tersenyum.

“Tidak ada apa-apa. Diriku mijitin mama, kok…” jawabku.

“Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,” tanyanya lagi.

“Curigaan amat sih, tante?” kataku sambil tersenyum.

“Tante hanya merasa aneh saja ketika tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu…” ujar tante Jesy sambil tersenyum.

“Kayak suara yang lagi enak…” ujar tante Jesy lagi.

“Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah…” ujarku sambil bangkit.

“Maaf dong, Alex. Tante becanda kok…” ujar tante Jesy.

“Kamu mau kemana?” tanya tante Jesy.

“Mau tidur,” jawabku pendek.

“Temenein tante dong, Alex,” pinta tante.

Diriku kembali duduk dikursi di samping tante Jesy.

“Ada apa sih tante?” tanyaku.

“Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab tante Jesy.

“Kamu telah punya pacar, Alex?” tanya tante Jesy.

“Belum tante. Kenapa?” diriku balik bertanya.

“Kamu tuh ganteng, tinggi badan. Namun kenapa belum punya pacar?” tanya tante lagi.

“Banyak sih yang ngajak jalan, tetapi diriku tidak mau,” jawabku.

“Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Alex?” tanya tante Jesy pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

Bibir kami hampir bersentuhan. Diriku tak menjawab.

“Ni tante lagi horny kayaknya…” pikir diriku.

Tanpa banyak kata, diriku cium bibir tante Jesy. Tante Rinapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Jesy. Yang lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Yang lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari diriku memainkan puting susunya.

“Mmhh..”

Suara tante Jesy mendesah tertahan dikarenakan kami masih tetap berciuman. Tangan tante Rinapun tidak diam. Tangannya meremas kemaluanku dari luar celana kolorku. Kemaluanku langsung tegang.

“alex, pindah ke kamar tante, yuk?” pinta tante Jesy.

“Iya tante…” jawabku. Yang lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Jesy.

Setiba di kamar, tante Jesy dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh diriku.

“Ayo Alex, tante telah gak tahan…” ujar tante Jesy sambil senyum, yang lalu merebahkan badannya di kasur.

Diriku segera menindih tubuh telanjang tante Jesy. Diriku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, yang lalu turun ke buah dadanya. Diriku jilat dan hisap puting susu tante Jesy sambil meremas payudara yang satu lagi.

“Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah tante Jesy sambil tangannya memegang kepala diriku.

Yang lalu lidahku turun lagi ke perut, yang lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Jesy segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek tante Jesy bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Diriku segera jilati memek tante Jesy terutama bagian kelentitnya.

“Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang…” desah tante Jesy sambil badannya mengejang menahan nikmat.

Tak berapa lama tiba-tiba tante Jesy mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.

“Oh, Alex.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah tante Jesy.

Diriku bangkit, mengusap mulut diriku yang basah oleh air memek tante Jesy, yang lalu diriku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Jesy langsung membalas ciumanku dengan mesra.

“Isep dong kontol Alex, tante…” pintaku.

Tante Jesy mengangguk sambil tersenyum. Yang lalu diriku kangkangi wajah tante Jesy dan ku sodorkan kemaluanku ke mulutnya. Tante Jesy langsung menghisap dan menjilati kemaluanku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama.

“Udah tante, Alex udah pengen setubuhi tante…” kataku.

Tante Jesy melepaskan genggamannya, yang lalu diriku arahkan kontol diriku ke memeknya.

“Ayo, Alex.. Tante telah tidak tahan…” bisik tante Jesy.

Yang lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kemaluanku keluar masuk memek tante Jesy.

“alex kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan…” kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.

“Ah, biasa saja, tante…” ujarku sambil tersenyum yang lalu ku kecup bibirnya.

Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Jesy mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.

“alex, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.

Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kemaluanku di memeknya.

“Tente udah keluar, sayang…” bisik tante Jesy.

“Kamu hebat.. Kuat…” ujar tante Jesy.

“Terus setubuhi tante, Alex.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.

Tak lama akupun mulai merasakan kalo diriku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.

“alex mau keluar, Tante…” kataku.

“Jangan keluarkan di dalam, sayang…” pinta tante Jesy.

“Cabut dulu…” ujar tante Jesy.

“Sini tante isepin…” katanya lagi.

Diriku cabut kemaluanku dari memeknya, yang lalu diriku arahkan ke mulutnya. Tante Jesy yang lalu menghisap kemaluanku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Jesy banyak sekali. Diriku tekan kemaluanku lebih dalam ke dalam mulut tante Jesy. Tante Jesy dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kemaluanku. Yang lalu dia menjilati kemaluanku untuk membersihkan sisa air mani di kemaluanku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Jesy.

Diriku segera berpakaian. Tante Jesy juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

“Kamu hebat, Alex.. Kamu bisa memuaskan tante,” ujar tante Jesy.

“Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya tante sambil mendekap diriku.

“Kapan saja tante mau, Alex pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.

“Terima kasih, sayang,” ujar tante Jesy.

“alex kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,” kataku.

“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kemaluanku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, yang lalu diriku segera keluar.

Besoknya, sesudah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku tatkala diriku makan.

“alex, semalam kamu ngapain di kamar tante Jesy sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku.

Diriku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Diriku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Alex. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

“Iya, Ma.. Alex suka tante Jesy,” jawabku.

“Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian…” ujar mama.

“Kalian hati-hatilah…” ujar mama lagi.

“Kenapa mama tidak marah,” tanya diriku.

“Karena mama pikir kamu telah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.

“Terima kasih ya, Ma…” kataku.

“alex sayang mama,” kataku lagi.

“alex, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.

“Bantu apa, Ma?” diriku balik tanya.

“Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kemaluanku.

“alex akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.

“Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Diriku mengangguk..

Sejak ketika itu hingga ketika ini diriku menikah dan punya 2 anak, diriku tetap bersetubuh dengan tante Jesy kalau ada kesempatan. Walau telah agak berusia tetapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Jesy kalau tidak ada Om, di rumah diriku sendiri, ataupun di hotel.

Sedangkan dengan mama, diriku telah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata diriku. Diriku tuliskan dengan sebenarnya.

Tags: , , , , , ,