Desy Orgasme Bersama Papa

March 20th, 2014 by admin | No Comments | Filed in Papa Jahat

Cerita Seks Sedarah: Desy Orgasme Bersama Papa – Papa jahat

Selepas SMU, Desy, ketika itu dua puluh tahun, melanjutkan sekolahnya ke Akademi Sekretaris ternama di Bandung. Dengan wajah sangat manis, tubuh tinggi badan semampai, dan kemampuan akademis yang lumayan baik, wajarlah seandainya Desy memasuki akademi tersebut. Pacar Desy sejak SMU, Doni, tetap setia dan semakin serius dalam menjalin hubungan dengan Desy.

“Mau kemana lagi, Des?” tanya Doni sambil melirik ke Desy.
“Pulang, ah.. Diriku capek sehabis kuis tadi,” jawab Desy sambil bersandar pada jok mobil, matanya terpejam.

Doni sekilas melirik pada paha Desy yang putih mulus. Rok mini yang dipakai Desy naik terbuka dengan posisi duduk Desy tersebut.

“Fen, kita ke motel dulu, ya..?” ajak Doni.
“Yee, kamu horny ya?” kata Desy melirik Doni sambil tersenyum.
“Habisnya diriku tidak tahan melihat kamu…” kata Doni sambil tersenyum pula.
“Ya telah, mau dimana?” tanya Desy sambil tangannya mengelus paha Doni yang sedang mengemudi.

Doni tak menjawab. Hanya senyuman saja yang tampak di wajahnya sementara mobil diarahkannya menuju sebuah hotel..

“Buka dong semua baju kamu,” kata Doni sementara dia sendiri melucuti semua pakaiannya.
“Ih dasar otak horny!” kata Desy tersenyum sambil melepas seragam kuliahnya.
“Aku cinta kamu..” kata Doni sambil memeluk tubuh telanjang Desy dari belakang.

Satu tangan meremas susu Desy, sementara satu tangan mengelus dan mengusap vaginanya.

“Mmhh…” erang Desy sambil terpejam. Tangan Desy menggenggam kemaluan Doni yang telah tegak dan sesekali mengenai belahan pantatnya.
“Mmhh.. Nikmat cinta…” bisik Doni ketika Desy mengocok kemaluanya.

Desy tersenyum dan langsung membalikkan badannya menghadap Doni yang lalu mengecup bibirnya. Doni membalas kecupan bibir Desy dengan hangat.

“sedot, dong…” bisik Doni di telingan Desy.

Desy tersenyum sambil merendahkan badannya dan langsung berjongkok. Wajahnya tepat di depan kemaluan Doni yang telah berdiri tegak. Lidah Desy mulai menjilati kepala kejantanan Doni sementara tangannya tetap mengocok batangnya.

“Ohh.. Asoy cinta…” bisik Doni sambil memompa kontolnya pelan ketika Desy mulai mengulum batang kejantananya.

Jilatan, hisapan serta kocokan tangan Desy pada kontolnya membuat Doni mengejang menahan nikmat.

“Gantian dong…” kata Desy sambil bangkit sesudah beberapa tatkala.

Desy bersandar ke dinding sambil berdiri. Doni jongkok yang lalu diciumnya bulu kemaluan Desy. Desy memejamkan matanya dan melebarkan kakinya ketika lidah doni mulai menelusuri belahan tempiknya.

“Oww.. Nikmat banget, cinta,” kata Desy sambil memegang kepala Doni dan mendesakan ke tempiknya.

Pinggulnya bergerak naik turun ketika lidah Doni bermain di lubang vagina dan kelentitnya bergantian.

“Ohh.. Sshh…” desis Desy merasakan kenikmatan yang tak terhingga.

Desy terpejam dan mendongak sambil mendesakkan kepala Doni lebih keras ke tempiknya ketika ada sesuatu yang sangat nikmat tiada tara yang mau keluar..

“Ohh.. Ohh.. Ohh…” Desy menjerit pelan tertahan ketika mencapai puncak orgasmenya.

Berasa ada yang menyembur hangat nikmat di dalam liangnya.

“Mmhh.. Asoy sekali cinta,” kata Desy sambil agak membungkuk yang lalu mengulum bibir Doni yang masih basah oleh cairan liangnya.

Doni sepertinya telah tidak tahan lagi. Sesudah membalas ciuman Desy sesaat, segera ditariknya tubuh Desy ke atas ranjang. Desy telentang sambil membuka kakinya lebar. Dengan tak sabar Doni segera menaiki tubuhnya yang lalu mengarahkan kontolnya ke vagina Desy. Tangan Desy segera menggenggam dan membimbing kejantanan Doni ke lubang vaginanya. Dengan sekali desakan, kejantanan Doni telah masuk ke vagina Desy. Kejantanan Doni keluar masuk vagina Desy disertai bunyi khas..

“Mmhh…” Desy mengerang sambil terpejam sementara pinggulnya bergoyang mengimbangi gerakan Doni.
“Enak sekali, sayangghh…” erang Doni.

Sesudah beberapa tatkala dan beberapa posisi bersetubuh mereka lakukan, Doni hampir mencapai puncak kenikmatannya. Kejantanan Doni semakin cepat keluar masuk vagina Desy. Ketika puncaknya, Doni segera mencabut kontolnya yang lalu turun dan berdiri di pinggir ranjang. Desy yang telah terbiasa, langsung mengerti. Kemaluan Doni yang masih basah oleh cairan vaginanya segera dijilat han disedot kuat sambil dikocok pelan. Doni terpejam sambil memegang kepala Desy dan mendesakkan kontolnya agak dalam ke mulut Desy. Tak lama, crott! Crott! Crott! Air sperma Doni tumpah di dalam mulut Desy yang terus menghisap kemaluanya.

“Wohh.. Nikmat sekali, cinta,” ujar Doni dengan nafas berat.

Desy tersenyum sambil menjilati batang dan kepala kejantanan Doni dari sisa air maninya yang masih menempel. Yang lalu mereka berciuman..

“Cepat pulang ah…” kata Desy sesudah mereka selesai berpakaian dan merapikan diri.
“Ya cinta…” kata Doni sambil menggandeng Desy keluar kamar.

Sesampai di rumah, Doni segera pulang sesudah berpamitan kepada Papa dan mama Desy.

“Lama amat sih, Des?” tanya mamanya.
“Iya, mam.. Tadi kami nyimpang dulu ke tempat makan,” kata Desy ringan sambil segera ke kamarnya untuk ganti baju.

Malam harinya, ketika mereka sedang nonton TV, Papa dan Mama Desy segera bangkit dari tempat duduk dikarenakan telah waktunya jam tidur.

“Kamu jangan terlalu malam begadang, nanti sakit kepala,” kata mamanya kepada Desy.
“Iya, Mam.. Tanggung nih film sedang seru-serunya,” kata Desy sambil matanya terus melihat TV.

Yang lalu mereka segera masuk kamar. Sesudah beberapa menit, telinga Desy menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Sebetulnya Desy telah mengerti apa yang sedang terjadi di kamar orang tuanya. Desy bersikap cuek saja awalnya. Namun rasa penasaran dihatinya membuat Desy ingin mengintip mereka. Segera desy bangkit yang lalu mengendap mengintip dari lubang kunci. Walaupun tidak terlalu jelas tetapi Desy dapat melihat Papa Mamanya sedang bersetubuh.

Darah Desy berdesir karenanya. Ketika mata Desy melihat buah zakar dan kejantanan papanya yang keluar masuk vagina Mamanya, darahnya makin berdesir. Matanya lebih jelas lagi melihat kejantanan papanya ketika mereka sudah selesai bersetubuh, papanya bangkit dan mengelap kontolnya yang basah. Tampak jelas di mata Desy betapa kejantanan papanya lebih besar dari kemaluan Doni. Desy segera berdiri, mematikan TV yang lalu segera bergegas masuk kamarnya. Di atas ranjang, Desy tidak bisa memejamkan matanya. Terbayang terus persetubuhan Papa Mamanya tadi, terlebih ketika terbayang kejantanan Papanya yang besar.. Perasaan Desy jadi gelisah.

Sejak ketika itu Desy secara sadar arau tidak senantiasa memperhatikan gerak gerik Papanya. Apalagi bila Papanya hanya memakai kolor saja. Mata Desy senantiasa mencuri pandang ke paha dan selangkangan Papanya. Papa Desy tatkala itu berusia 43 tahun. Badannya bersih dan tegap.

Suatu malam..

“Pijitin pundak Papa, Des.. Pegal amat,” kata Papa Desy tatkala mereka nonton TV.
“Kalau begitu Papa duduk di bawah biar Desy gampang mijitnya,” kata Desy.

Papanya segera turun dari kursi yang lalu duduk di lantai. Desy segera memijit pundak Papanya sambil nonton TV.

“Mama ngantuk ah.. Mau tidur duluan, Pa…” kata Mamanya sambil bangkit dan menuju kamarnya.
“desy cinta Papa,” bisik Desy sambil merangkulkan tangannya ke leher Papanya.
“Nah, biasanya suka ada maunya kalau kamu telah begini,” kata Papanya sambil tersenyum dan menoleh ke Desy.
“Mm.. Desy tidak minta apa-apa kok, Pa…” bisik Desy lagi manja.
“desy hanya mau bilang kalau Desy cinta Papa,” kata Desy sambil mengulum pipi Papanya.

Papanya diam sambil tersenyum sambil tanganya memegang tangan Desy yang sedang memeluk dirinya dari belakang.

“Tumben kamu manja begini,” kata Papanya sambil menoleh dan menatap Desy lama.

Desy tersenyum yang lalu mengulum pipi Papanya lagi berkali-kali. Darah Desy mulai berdesir.

“Ada apa sih, Des?” kata Papanya lagi sambil tersenyum.

Ucapan Papanya tidak bisa terus ketika bibir mungil Desy mengecup bibirnya.

“desy sangat cinta Papa,” bisik Desy lirih sambil bibirnya melumat hangat bibir Papanya.

Papa Desy pada awalnya kaget atas tindakan putrinya ini, namun lama kelamaan sentuhan hangat bibir Desy bisa menghangatkan perasaan dan gairahnya. Dibalasnya ciuman Desy dengan hangat pula.

“Mm…” suara Desy terdengar pelan.

Papa Desy bangkit yang lalu duduk berhadapan dengan Desy. Kembali dilumat bibir Desy dengan agak panas. Fentypun membalasnya dengan agak panas pula. Tangan Desy bergerak ke arah selangkangan Papanya. Sambil tetap berciuman diremasnya pelan kejantanan Papanya. Berasa kejantanan Papanya mulai bergerak tegak dan membesar..

“desy cinta Papa,” kembali Desy berbisik.
“Papa juga sama…” kata Papanya dengan nafas memburu.
“Jangan disini, Pa.. Nanti Mama mengetahui,” kata Desy sambil bangkit dan menarik tangan Papanya ke kamar belakang.

Papanya menurut mengikuti Desy. Desy langsung memeluk dan melumat bibir Papanya dengan liar, Papanyapun membalasnya semakin panas. Tangan Desy mulai berani disusupkan dan masuk ke celana kolor Papanya, yang lalu tanpa ragu menggenggam dan meremasnya pelan.

“Mmhh…” suara Papanya tertahan dikarenakan masih berciuman.

Desy kemudian melepaskan pelukannya yang lalu merendahkan tubuhnya hingga jongkok. Diperosotkan celana kolor Papanya sampai lutut hingga kejantanan besarnya yang tegak tampak di depan wajahnya. Desy mengocok pelan kemaluan Papanya yang lalu segera mengulumnya. Papanya terpejam sambil memegang kepala Desy.

“Ohh…” erang Papanya.

Dimaju mundurkan kontolnya di dalam mulut Desy. Sesudah beberapa lama, tubuh Papanya bergetar yang lalu… Crott! Crott! Crott! Air sperma Papanya muncrat di dalam mulut Desy. Desy dengan tenang menelannya habis. Desy yang lalu berdiri sambil tersenyum.

“desy pengen, Pa..” pinta Desy berbisik.
“Tidak bisa saat ini cinta,” kata Papanya sambil membetulkan celananya.
“Kapan, Pa?” kata Desy sambil memeluk dan mengecup bibir Papanya.
“Kamu pulang kuliah jam berapa?” tanya Papanya.
“Jam 11, Pa…”
“Kalau begitu Papa jemput kamu di kampus jam 12 untuk makan siang, yang lalu kita cari tempat…” kata Papanya sambil tersenyum.
“Iya, Pa…” kata Desy sambil tersenyum pula.
“Kasih mengetahui pacar kamu untuk tidak jemput, ya?” kata Papanya. Desy mengangguk.
“Sekarang tidurlah,” kata Papanya sambil mengulum bibir Desy mesra.

Besok harinya sesuai dengan rencana, Desy dijemput di kampus.

“Mau makan siang dimana?” tanya Papanya.
“Tidak usah makan siang, Pa…” kata Desy manja.
“Langsung saja…” kata Desy tersenyum.

Papa Desy pun tersenyum. Mobil langsung di arahkan ke motel. Di dalam kamar, mereka langsung berciuman. Desy menatap mata Papanya yang lalu melepas kancing kemeja Papanya satu demi satu.

“Biar Papa buka sendiri biar cepat. Ketika kita sedikit cinta. Papa harus segera ke kantor lagi,” kata Papanya sambil tersenyum lalau melepas semua pakaiannya.

Desy juga sama. Tubuh Desy telentang di atas ranjang. Papanya segera duduk di pinggir ranjang. Tangannya mulai mengelus dan meremas susu Desy. Desy terpejam menikmati belaian Papanya itu. Sementara tangannya dengan segera meraih kemaluan Papanya yang telah mengeras besar. Diremas dan dikocoknya pelan. Tangan Papanya mulai turun ke vagina Desy. Diusap dan di gosoknya vagina Desy dengan mesra. Yang lalu salah satu jarinya mulai memainkan kelentit dan lubang vaginanya bergantian. Desy terpejam sambil menggigit bibir sementara tangannya tak henti mengocok kemaluan Papanya.

“Cepat masukkan, Pa…” pinta Desy.

Papanya tersenyum yang lalu bangkit dan segera menaiki tubuh anaknya. Disentuhkan kontolnya ke vagina ke belahan vagina Desy. Desy menatap mata Papanya sambil tangannya segera meraih kemaluan dan mengarahkan ke lubang liangnya. Dengan sedikit desakan, kemaluan Papanya perlahan masuk ke vagina Desy. Desy terpejam merasakan rasa nikmat dari orang yang sangat disayanginya. Tak berasa air matanya mengalir di pipi.

“Ada apa cinta?” tanya Papanya sambil terus memompa kemaluanya.
“desy sangat senang bisa dengan Papa tatkala ini,” kata Desy sambil memeluk erat Papanya.
“desy sangat cinta Papa,” bisik Desy.
“Papa juga sangat cinta kamu,” kata Papanya.

Desy tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan pinggul Papanya. Kenikamatan dan sensasi yang sangat luar biasa dirasakan oleh Desy tatkala itu. Siang itu Desy dan Papanya dengan liar bersetubuh bermandi peluh dan desahan serta jeritan kenikmatan. Sampai akhirnya berasa kejantanan Papanya berdenyut tanda akan mencapai orgasme. Dicabutnya kemaluan dari vagina Desy yang lalu digesek-gesekan ke belahan liangnya. Namun Desy dengan segera bangkit dan langsung menghisap serta mengocok kemaluan Papanya sampai akhirnya.. Crott! Crott! Air pejuh Papanya menyembur banyak di dalam mulut Desy. Desy menelannya dengan tenang yang lalu tersenyum. Papanya yang lalu mengulum bibir Desy.

“Kamu hebat cinta…” bisik Papanya.
“Lebih hebat dari Mama kamu,” kata Papanya lagi.
“desy cinta Papa…” bisik Desy sambil tersenyum.

Tags: , , , , , , ,